Resepsi, Silaturahmi dan Konsolidasi

PASARKAYU
banner 468x60

Oleh: Yusuf Blegur

Jakarta, SEHATYMEDIA – Ada  yang saling bersitegang dan berupaya menegasikan. Ada yang tidak mau berkomunikasi apalagi bertemu. Ada yang kalaupun mencoba berinteraksi tapi cuma sekedar basa-basi. Para pesohor dan pemangku kepentingan publik sering terlihat seakan menjalin hubungan yang baik, meski dengan agenda dan kepentingan masing-masing. Namun semua suasana psikopolitik  itu tak dijumpai saat mereka  berhadapan dan berkumpul di pesta pernikahan putri seorang Anies Baswedan. Lebih terbuka,  hangat dan familiar terasa di antara mereka. Pantaslah acara hajatan sakral Anies itu disebut sebagai agregasi  resepsi, silaturahmi dan konsolidasi.

Jual Domain PREMIUM

Politik tidak hanya tersaji dalam musyawarah atau konggres partai. Tidak juga selalu pada saat pemilu atau sesudahnya di parlemen. Komunikasi dan pesan politik bisa juga hadir di tengah hidangan meja makan, membuat video konten, membangun citra diri dan tampil beda dari yang sesungguhnya serta masih banyak lagi kreatifitas dan inovasi yang tak terbatas oleh ruang dan waktu.

Dalam hal yang unik dan langka, kalau belum pantas disebut anti mainstream, ada celah politik yang bisa saja muncul dari pelbagai kesempatan. Misalnya suasana kedukaan, kebahagiaan dan beragam peristiwa langka yang bisa dijadikan momen politik. Entah disengaja atau tidak, dirancang ataupun tidak bahkan direkayasa atau terjadi secara alami pun, manuver politik selalu ditunggu-tunggu dan terbuka lebar.

Begitupun acara  pernikahan Mutiara Annisa Baswedan dengan Ali Saleh Alhuraiby yang menjadi begitu istimewa. Sebabnya, selain kebahagiaan turut menyertai bukan saja kepada kedua mempelai dan keluarganya. Lebih dari itu, pernikahan putri dari seorang gubernur Jakarta yang digadang-gadang menjadi capres pada pilpres 2024, menjadi momen spesial yang sarat nilai-nilai sosial, budaya, dan beraroma politik.

Salah satu hajat menunaikan kewajiban orang tua  sesuai amanat dan syariat agama itu, membuat kegiatan sakral Anies Rasyid Baswedan berefek seperti melakukan “breaking ice” dari  kebekuan dinamika abdi pemerintahan dan  para petinggi partai politik yang hadir. Kegiatan Walimatul Arsy putri Anies itu,  seakan membuat polarisasi, konstelasi dan konfigurasi para pelaku kekuasan menjadi lebih cair.

sehatyTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JIIFINA - JOGJA 2024