Diduga Lakukan Bisnis Investasi Bodong, Oknum Guru SD di Gunungkidul Ditangkap Polisi

PASARKAYU
banner 468x60

Gunungkidul, SEHATY MEDIA – Jajaran kepolisian dari Polres Gunungkidul berhasil mengamankan pelaku dugaan investasi bodong bernama Crypto Exchange. Pelaku AP berhasil ditangkap oleh satuan reskrim.

“Pelaku adalah sebagai leader dan marketing di Kabupaten Gunungkidul”, kata Kapolres Gunungkidul AKBP Edy Bagus Sumantri, S.I.K., saat konferensi pers di lobi Polres Gunungkidul, Rabu (20/07/2022).

Jual Domain PREMIUM

AP yang berstatus sebagai PNS guru SD itu melakukan bisnis investasi bodong sudah sejak dari 2020 hingga Desember 2021. Bisnis ilegal itu kemudian berhenti karena tidak memiliki izin.

Kapolres menjelaskan ada 89 orang yang menjadi korban dalam investasi bodong ini. Pada umumnya mereka tertarik dengan bisnis yang menawarkan keuntungan secara cepat dari tersangka.

“Korban ada yang setor minimal Rp 20 juta. Ada yang satu orang mencapai Rp 200 juta,” imbuhnya.

Dengan begitu, korban di iming-iming keuntungan hasil investasi sebesar 5% setiap minggunya. Banyaknya laporan ke pihak berwajib, kasus investasi bodong tersebut kemudian terungkap.

Dari hasil pemeriksaan total investasi dari para korban cukup fantastis. Yakni mencapai 8,9 miliar.

“Memang diawal sudah ada korban yang menerima keuntungan dari hasil investasi ini, namun di akhir banyak korban yang dirugikan,” pungkas Kapolres.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya AP disangkakan dengan Pasal: Pasal 45 A ayat 1 Undang-Undang No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UndangUndang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik yang berbunyi “Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan atau dendan paling banyak Rp.1.000.000.000,- (satu miliyar rupiah);

atau pasal 82 Undang-Undang RI nomor 03 tahun 2011 tentang Transfer dana yang berbunyi “penerima yang dengan sengaja menerima atau menampung, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, suatu dana yang diketahui atau patut diduga berasal dari perintah transfer dana yang dibuat secara melawan hukum, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan atau dendan paling banyak Rp.1.000.000.000,(satu miliyar rupiah).

atau Pasal 378 KUHP yang berbunyi “barang siapa dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak, baik dengan memakai nama palsu, keadaan palsu, baik dengan akal dan tipu muslihat maupun dengan karangan perkataan bohong, membujuk orang supaya memberikan sesuatu barang, dihukum karena peniouan dengan hukuman paling lama 4 (empat) tahun penjara. Saat ini terhadap tersangka dilakukan penahanan di rutan Polres Gunungkidul.

sehatyTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RHVAC 2024